Entah apa yang membuat saya tiba-tiba teringat dengan kegiatan diawal perkuliahan bulan lalu. Sebuah diskusi dengan bahasan yang menarik mengenai Ontologi, dan Epistimologi. Berulang kali saya memikirkan keduanya. Apa hubungannya dengan Filsafat yang saya pelajari. Kemudian setelah membaca Elegi Menggapai Ada dan Elegi Menggapai Hakekat saya mencoba mengartikannya.
Ontologi adalah hakikat apa yang dikaji dalam filsafat. Didalamnya memuat tentang pemahaman tentang pengetahuan filsafat itu sebenarnya dan struktur filsafat. Ontologi memuat banyak sekali filsafat, hampir semuanya ada didalam kajian ontologi. Misalnya metafisika, antropologi, logika, estetika, etika, Filsafat Matematik, Filsafat Hukum dan banyak lagi yang lainnya.
Ontologi merupakan salah satu kajian filsafat. Studi tersebut
membahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret atau nyata. Ontologi membahas
realitas atau suatu entitas dengan apa adanya. Pembahasan mengenai
ontologi berarti membahas kebenaran suatu fakta. Untuk mendapatkan
kebenaran itu, ontologi memerlukan proses bagaimana realitas tersebut
dapat diakui kebenarannya. Untuk itu proses tersebut memerlukan dasar
pola berfikir, dan pola berfikir didasarkan pada bagaimana ilmu
pengetahuan digunakan sebagai dasar pembahasan realitas.
Ilmu merupakan kegiatan untuk mencari suatu pengetahuan dengan
jalan melakukan pengamatan atau pun penelitian, kemudian peneliti atau
pengamat tersebut berusaha membuat penjelasan mengenai hasil pengamatan
atau penelitiannya tersebut. Dengan demikian, ilmu merupakan suatu
kegiatan yang sifatnya operasional. Jadi terdapat runtut yang jelas dari
mana suatu ilmu pengetahuan berasal. Karena sifat yang operasional
tersebut, ilmu pengetahuan tidak dapat menempatkan diri dengan mengambil
bagian dalam pengkajiannya.
Dijelaskan dalam www.wikipedia.org bahwa ontologi memiliki 2 sudut pandang dalam pendekatan realitas yaitu :
- Kuantitatif, yaitu dengan mempertanyakan apakah kenyataan itu tunggal atau jamak?
- Kualitatif, yaitu dengan mempertanyakan apakah kenyataan (realitas) tersebut memiliki kualitas tertentu, seperti misalnya daun yang memiliki warna kehijauan, bunga mawar yang berbau harum.
Maka dapat disimpulkan bahwa ontologi adalah bagian dari bidang filsafat yang mencoba mencari hakikat dari sesuatu.
Sedangkan Epistimologi sering disebut sebagai ilmu pengetahuan atau teory pengetahuan. Didalamnya memuat cabang filsafat yang
membicarakan mengenai hakikat ilmu, dan ilmu sebagai proses adalah usaha
yang sistematik dan metodik untuk menemukan prinsip kebenaran yang
terdapat pada suatu obyek kajian ilmu.
Epistemologi dapat
didefinisikan sebagai cabang filsafat yang mempelajari asal mula atau
sumber, struktur, metode dan sahnya (validitasnya) pengetahuan. Epistimogi memiliki obyek dan tujuan. Obyek Epistimologi adalah semua proses yang terlibat dalam usaha kita untuk memperoleh pengetahuan. Tujuan epistimologi adalah timbulnya keinginan yang memiliki potensi untuk memperoleh pengetahuan.
Dalam wikipedia.org dijelaskan bahwa Epistemologi atau Teori Pengetahuan yang berhubungan dengan
hakikat dari ilmu pengetahuan, pengandaian-pengandaian, dasar-dasarnya
serta pertanggungjawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang
dimiliki oleh setiap manusia. Pengetahuan tersebut diperoleh manusia
melalui akal dan panca indera dengan berbagai metode, diantaranya;
metode induktif, metode deduktif, metode positivisme, metode
kontemplatis dan metode dialektis.
Refleksi dari Perkuliahan Filsafat Ilmu yang diampu oleh Prof.Dr. Marsigit M.A
Selasa, 23 September 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar